Laman

Rabu, 12 Maret 2014

RISET DAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN

SISTEM INFORMASI PEMASARAN
Sistem Informasi Pemasaran [Implementasi]
Jika didefinisakan dalam arti yang luas, sistem informasi pemasaran adalah kegiatan peseorangan dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan harga barang jasa dan gagasan. Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut. Sistem informasi ini merupakan gabungan dari keputusan yg berkaitan dengan:
·         Produk
·         Tempat
·         Promosi
·         Harga produk
·         Strategi pemasaran
Strategi pemasaran terdiri dari campuran unsur-unsur yang dinamakan bauran pemasaran semua itu dikenal
dengan 4P yaitu:
·         Produk apa yang dibeli pelanggan untuk memuaskan kebutuhannya
·         Promosi berhubungan dengan semua cara yang mendorong penjualan
·         Place berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui slauran distribusi
·         Price terdiri dari semua element yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan
Komponen Sistem Informasi pemasaran
Sistem informasi pemasaran mempunyai komponen yang sama dengan sistem informasi secara umum, yaitu
komponen-komponen input, model, output, basis data, teknologi dan kontrol. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem informasinya. Misalnya untuk Sistem informasi pemasaran ini, maka komponen inputnya adalah input tentang data pemasaran dan outputnya adalah laporan-laporan berisi informasi pemasaran.
Komponen Input Pemasaran
Sistem informasi pemasaran mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan.
Subsistem intelejen pemasaran mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan
operasi pemasaran. Subsistem peneliti pemasaran menlakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran.
Komponen Model Pemasaran
Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input menjadi output. Model di sistem informasi pemasaran banyak digunakan untuk menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, strategi penentuan harga produk, evaluasi produk baru, pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi penghapusan produk lama,penunjukan salesman, penentuan rute pengiriman yang paling optimal, pemilihan media iklan yang paling efektif dan untuk persetujuan kredit.
Komponen Basis Data Pemasaran
Data yang digunakan oleh Subsistem out put berasal dari data base. Beberapa data dalam data base adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.
Komponen Output Pemasaran
Tiap Subsistem out put menyediakan informasi tentang Subsistem itu sebagai bagian dari bauran
Subsistem produk menyediakan informasi tentang produk perusahaan. Subsistem promosi menyediakan informasi tentang kegiatan periklana perusahaan dan penjualan langsung. Subsistem harga membantu manajer untuk membuat keputusan harga.
Subsistem Sistem Informasi Pemasaran
Subsistem Penelitian Pemasaran (Riset Pemasaran)
Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan dan calon pelanggan. Manajer pemasaran dapat mengunakan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis informasi tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon pelanggan :
Data primer dan sekunder
Data primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan. Sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah wawancara mendalam, pengamatan dan pengujian terkendali. Beberapa data skunder harus dibeli dan sering tersedia dalam bentuk pita magnetik atau disket untuk memudahkan pemasukan kedalam CBIS data sekunder yang lain seperti tersedia diperpustakan.
Subsistem Intelijen Pemasaran Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu dilingkungan pemsaran yang memliki tanggung jawab utama pada pelanggan dan pesaing. Seperti area fungsional lainnya, pemasran juga memiliki tanggung jawab pada pemerintah dan komunitas global.

Subsistem Produk
Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk baru.
a. Siklus hidup produk
Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur dalam bauran pemasaraan dan kemudian mengintegrasikan menjadi suatu rencana pemasaran yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk mengarahkan manajer dalam membuat keputusan-keputusan ini seperti arti namanya siklus hidup produk.
b. Model evaluasi produk baru
Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh eksekutif. Perusahaan yang memperkenalkan banyak produk baru mengembangkan suatu prosedur formal yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti potensi tingkat keuntungan dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Subsistem Tempat
pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yg dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk. Untuk itu, posisi subsistem ini sangat vital dalam keberadaanya.
Subsistem Promosi
Subsistem promosi berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yg dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
Subsistem Harga
Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan.
a. Penetuan harga berdasarkan biaya
Beberapa poerusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya mereka dan menambahkan markup yang diinginkan. Jika perusahaan memilki SIA yang baik, tersedia data biaya yang akurat mambuat tugas Subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung penentuan harga berdasarkan biaya.

b. Penentuan harga berdasarkan permintaan
Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasrakan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk.
Evolusi Konsep Sistem Informasi Pemasaran
Pada tahun 1966 profesor Philip kotler dari Northwestern university menggunakan istilah pusat syaraf
pemasaran (marketing nerve center). Ia mengidentifikasikan tiga jenis informasi pemasaran :
Intelijen pemasaran (marketing intelligence) informasi yang mengalir keperusahaan dari lingkungan.
Informasi pemasaran intern (internal marketing information) informasi yang dikumpulkan dalam peruasahaan.
Komunikasi pemasaran (marketing Communication) informasi yang mengalir keluar kelingkungan.

PROSES RISET PEMASARAN
Riset pasar adalah riset yang terbatas kepada pasar saja, antara lain untuk mengetahui :

Ukuran dan pertumbuhan pasar, faktor-faktor yang mempengaruhinya, jumlah bersaing yang aktif di pasar, bagian pasar para peserta bersaing perilaku konsumen, harga-harga yang berlaku di pasar dan sebagainya.
Dengan begitu sebagai pewirausaha dapat mengetahui/membuat prodak/jasa yang sesuai dengan pasar dan yang dapat bersaing dipasaran.
Dari riset pasar dapat diketahui siapa yang membutuhkan, dimana dibutuhkan, kapan dibutuhkan, dan kualitas seperti apa yang dibutuhkan.
Sebagai pewirausaha dapat mengetahui berapa besarnya permintaan nyata dan besarnya potensi permintaan. Kapan saat-saat permintaan memuncak, dan kapan saat-saat menurun.
Sehingga kecenderungan – kecenderuangan dan trend pasar dapat diketahui apakah terus menaik atau pada saat tertentu akan menurun.

Merumuskan Masalah Dan Sasaran Riset.
Merumuskan masalah dan sasaran riset merupakan langkah sulit bagi pemilik usaha yang masih baru. Jika diperlukan mintalah bantuan atau pengarahan dari orang sudah berpengalaman sebagai peneliti. Perumusan masalah harus secara hati-hati untuk menghindari biaya besar dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan riset pasar. Setelah masalah dirumuskan, baru kemudian menetapkan sasaran.

Riset pasar biasanya mempunyai satu dari tiga jenis sasaran :

Sasaran riset penjajakan. Mengumpulkan informasi untuk membantu merumuskan masalah dan sasaran hipotesis.Sasaran riset deskriptif. Menguraikan berbagai hal seperti potensi pasar suatu produk, demografi dan sikap konsumen pembeli produk.Sasaran riset sebab-akibat. Menguji hipotesis mengenai hubungan sebab dan akibat.Masalah dan sasaran riset harus dibuat dalam pernyataan tertulis karena akan menjadi pedoman seluruh proses riset.

Riset Data Sekunder.
Untuk memenuhi kebutuhan informasi riset pasar, peneliti dapat mengumpulkan data sekunder, data utama, atau keduanya. Riset data sekunder adalah menganalisa data yang telah dipublikasikan atau dikumpulkan untuk tujuan lain. Dari data sekunder, bisa mengidentifikasi kompetitor, menetapkan tolok ukur dan mengidentifikasi segmen target.
Data sekunder dapat menyebabkan masalah, karena seringkali informasi yang diperlukan tidak ada. Data sekunder menyediakan informasi titik awal yang baik untuk riset dan juga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan sasaran riset.
Riset Data Utama.
Mengumpulkan data dari analisa penjualan terkini dan efektivitas praktik penjualan. Riset data utama juga memasukkan kompetitor dalam perhitungan sehingga memberikan informasi mengenai kompetisi yang ada.          

Riset Data Utama mencakup :
·         Wawancara (melalui telepon atau bertatap muka).
·         Survei (online atau email).
·         Kuisioner (online atau email).
Focus group dengan mengumpulkan sampel klien atau konsumen potensial dan meminta masukan langsung dari mereka.
Contoh beberapa pertanyaan penting :
·         Faktor apa yang Anda pertimbangkan ketika membeli produk atau layanan ini ?
·         Apa yang Anda sukai dan tidak sukai dari produk atau layanan yang kini beredar di pasar ?
·         Hal-hal apa saja yang menurut Anda harus diperbaiki ?
·         Berapa harga yang tepat untuk produk atau layanan ini ?
Tahap Pengumpulan Data.
Ada dua kategori jenis pengumpulan data.

Metode kuantitatif menggunakan analisis matematika dan membutuhkan sampel dalam jumlah besar. Hasil pengolahan data tersebut menjelaskan perbedaan signifikan secara statistik. Satu tempat untuk menemukan hasil kuantitatif adalah web analitik.
Metode kualitatif membantu mengembangkan dan menyempurnakan metode riset kuantitatif. Metode ini bisa membantu para pemilik usaha menemukan masalah dan sering kali menggunakan metode wawancara untuk mempelajari opini, nilai, dan kepercayaan konsumen. Metode riset kualitatif biasanya menggunakan sampel berukuran kecil.

Beberapa hal yang harus dihindari pemilik bisnis.
Banyak pemilik bisnis baru karena kekurangan waktu dan uang, sering kali mengambil jalan pintas yang justru menyerang balik.
Berikut tiga hal yang harus dihindari pemilik bisnis :

Hanya menggunakan riset data sekunder.
Bergantung pada hasil riset pihak lain tidak akan memberikan gambaran sepenuhnya. Informasi dari riset ini mungkin tidak baru. Kita bisa kehilangan faktor yang relevan dengan bisnis kita. Hanya menggunakan sumber web.  Ketika menggunakan mesin telusur untuk mengumpulkan informasi, kita hanya mendapatkan data yang tersedia bagi semua orang dan belum tentu sepenuhnya akurat. Gunakan sumber dari perpustakaan, kampus, atau sentra bisnis kecil di area kita. Melakukan survei hanya pada orang-orang yang dikenal.  Pemilik bisnis kecil terkadang hanya mewawancara anggota keluarga atau kolega dekat ketika melakukan riset. Sayangnya, teman dan keluarga sering kali bukan obyek survei terbaik.
Untuk mendapatkan informasi akurat dan berguna, dalam melakukan riset pasar harus berbicara dengan konsumen yang sebenarnya tentang apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi mereka. Tahap Interpretasi Hasil Laporan Temuan.
Interpretasi merupakan tahap yang penting dalam proses pemasaran. Riset terbaik tidak berarti apa-apa apabila pemilik usaha menerima begitu saja interpretasi yang salah dari peneliti. Demikian juga, pemilik usaha mungkin mempunyai interpretasi bias, dimana cenderung menerima hasil riset yang menunjukkan apa yang mereka harapkan dan menolak yang tidak mereka harapkan
Jadi pemilik usaha dan peneliti harus erat bekerja sama membuat interpretasi, serta bersama-sama bertanggung jawab atas proses riset dan keputusan hasil.

BERBAGAI PERTIMBANGAN LAIN DALAM RISET PEMASARAN

Bagian ini membahas riset pemasaran dalam dua konteks khusus :
 riset pemasaran oleh bisnis kecil dan organisasi nirlaba dan riset pemasaran internasional.
Riset Pemasaran dalam Bisnis Kecil dan Organisasi Nirlaba
Manajer bisnis kecil dan organisasi nirlaba sering kali berpendapat bahwa riset pemasaran hanya dapat dilakukan oleh ahli dari perusahaan besar dengan anggaran riset yang besar. Tetapi banyak teknik riset pemasaran yang dibahas dalam bab ini juga dapat dipergunakan oleh organisasi yang lebih kecil dlam cara yang kurang formal dan sedikit atau tanpa biaya.
Singkatnya, kumpulan data sekunder, pengamatan, survei, dan percobaan semuanya dapat dipergunakan secara efektif oleh organisasi kecil dengan anggaran kecil. Walaupun metode riset informasi tidak rumit dan tidak mahal, namun masih harus dipertimbangkan secara cermat. Manajer harus memikirkan baik-baik mengenai sasaran riset, merumuskan pertanyaan terlebih dahulu, mengenali bias yang dibawa oleh sampel-sampel yang lebih kecil dan peneliti yang kurang terampil, serta melaksanakan riset secara sistematik.

Riset Pemasaran Internasional

Peneliti pemasaran internasional mengikuti langkah-langkah yang sama dengan peneliti domestik, mulai dari mendefinisikan masalah riset dan mengembangkan rencana riset sampai menginterpretasi dan melaporkan hasil. Kalau peneliti domestik menghadapi pasar yang cukup homogen dalam sebuah negara, peneliti internasional menghadapi pasar yang berbeda di banyak negara berbeda. Pasar ini sering kali berbeda dalam tingkat perkembangan ekonomi, budaya dan adat, serta pola membeli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar